Gambar Lucu

Gambar Lucu

Jumat, 07 Maret 2014

Tegar

Hey apa kabar tegar?
Masihkah kau disana?
Apa kabar sabar?
Semoga kau bertahan senantiasa
Sesekali kan kuperdengarkan nyanyian hujan
Semoga sedikit menghibur

***

Retak

Apakah aku hanya daun kering yang menunggu angin untuk gugur
Sementara kamu hanya melihatnya dari jauh
Menyaksikan ku jatuh, terserak tak berdaya
Lalu aku hancur bersama tanah dan harapan yang terpaksa dibenamkan dalam-dalam

***

Senin, 16 Januari 2012

Nelangsa

aku, diam bagai ukiran yang bisu dan kaku
ada angin menyapa, mendesau
tapi aku ragu,
apakah itu kamu?

Aku

Aku hanyalah aku
tidak seperti yang lainnya
Tidak bisa seceria gadis seusiaku

Aku hanyalah aku,
tidak seperti yang lainnya,
sekuat apapun aku berusaha

Aku hanyalah aku
yang berbicara seadanya
dan terkadang merasa bosan

Selasa, 04 Oktober 2011

sahabat

sahabat,
mengapa kita tak bertegur sapa
walaupun hanya satu kata
apalagi untuk bersua
padahal, jarak kita tak seberapa

Bapak

Pintu rumah diketuk
seseorang muncul dibalik daun pintu
laki-laki paru baya, dengan baju lusuh penuh peluh seolah minta perhatian penuh
samar-samar terdengar rintih letih,
tapi perlahan hilang digandeng senyapnya malam
dari dalam bocah-bocah berhamburan,
masing-masing berebut peluk, menghempas rindu
tak sedikit yang mengadu keluh

sosok lusuh penuh peluh tersenyum pias di daun pintu
senyum bekunya mau berkata : aku rindu pulang . .

Rabu, 20 April 2011

Oke, pertama kali akan kukatakan bahwa ini benar-benar bukan pilihan pertamaku.
Aku benar2 tidak pernah berfikir bahwa aku akan masuk jurusan ini. Jurusan yang bahkan tak pernah masuk daftar rencanaku. Kurasa ini sebuah kecelakaan atau sebuah kesialan. Secara jujur kukatakan bahwa hanya satu hal yang kuketahui mengenai jurusan ini yaitu karena jurusan ini satu-satunya jurusan yang lulusannya tidak menjadi guru. Informasi yang kutahu dari ibuku. Ada luapan kecewa yang memenuhi rongga dada. Sedikit bingung untuk bersikap, haruskah aku senang, sementara ini bukan pilihan hatiku??(ceilee lebay nii..)
 tapi serius, waktu petama kali tahu diterima di jurusan Pendidikan Luar Sekolah, aku malah nangis. dan tragisnya, setelah pulang dari warnet, aku bilang sama ibuku kalo aku keterima di Pendidikan Luar Sekolah UNJ dan sungguh tak disangka ibuku langsung sujud syukur dan memleukku, ikurasa Ia mengira sisa airmataku itu karena saking terharunya diriku dapat masuk UNJ.  Melihat sikap ibuku yang langsung sujud syukur dan memelukku, aku jadi tidak tega dan merasa amat malu. Diam-diam aku menyesali keangkuhanku kerena terlalu idealis. Meskipun begitu, ada sebuah keyakinan dan prasangka baik terhadap sutradara terbaik kehidupan. Dengan berbagai prasangka baik aku berusaha menggali hikmah dibalik semua keputusan dan rencanaNya. Aku mencoba menghibur diri dengan keyakinan bahwa Sesungguhnya Alloh tahu potensi hambaNya bahkan lebih tahu daripada hambaNya sendiri. Mungkin disinilah tempatku, di kampus hijau di kawasan Rawamangun, tepatnya di Jurusan Pendidikan Luar Sekolah. Jurusan yang memungkinkanku bisa lebih banyak beramal dan berkontribusi di bidang pendidikan masyarakat, setelah aku sadar jurusan ini adalah gerbang awal untuk mewujudkan impianku , ya impian untuk mendirikan sekolah bermutu yang gratis untuk generasi bangsa yang terabaikan dan terpinggirkan. Pada akhirnya,tidak ada yang lebih baik dari sebuah senyuman yang tulus dan ikhlas untuk mengawali perjalanan kuliah dan menuntut ilmu.. HAMASAH NIDA....